RSS

Monthly Archives: April 2013

Tindakan Baik Menjadikan Anak Populer

Melakukan tindakan baik secara sengaja akan membuat anak-anak praremaja lebih populer di kalangan teman-temannya, seperti terungkap dalam satu penelitian.

Sebuah tim peneliti di Universitas California di Riverside, Amerika Serikat, menugaskan sejumlah anak untuk melakukan tiga tindakan baik setiap pekan dalam waktu empat minggu. Setelah empat minggu, ternyata anak-anak tersebut lebih gembira dan lebih disukai teman-teman sekelasnya.

Menurut tim peneliti, tindakan baik yang sederhana sekalipun bisa membuat anak lebih diterima temannya dan bahkan bisa mencegah bullying atau tekanan-tekanan yang merendahkan.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Plos One menyebutkan tindakan baik itu tidak hanya berkaitan dengan sesama teman di sekolah namun juga kepada ibu di rumahnya. Sebagai contoh, tindakan baik yang dilaporkan dilakukan anak-anak tersebut antara lain adalah “memeluk ibu ketika dia stres karena pekerjaan” atau “membagi bekal makan siang kepada seseorang” maupun “membersihkan lantai”.

Tindakan sederhana

Penelitian melibatkan sekitar 400 siswa berusia sembilan hingga 11 tahun yang diminta untuk melakukan tindakan baik dan mencatat tiga tindakan baik tersebut.

“Sebelum periode empat minggu, kami minta setiap siswa melingkari nama teman dari kelas yang mereka inginkan untuk melakukan kegiatan bersama,” tutur peneliti utama Dr Kristin Layous.

Setelah periode penelitian selama empat minggu, anak-anak itu kemudian diminta lagi untuk memilih teman.

“Temuan yang paling menarik bagi saya adalah tindakan positif yang sederhana bisa meningkatkan hubungan antar teman.”

Dr Layous menambahkan dengan meningkatkan hubungan sosial antar anak melalui cara yang sederhana ini, maka sekolah bisa memberantas bullying.

Sumber : caroline Damanik

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 4, 2013 in University of Life

 

Pekerjaan Rumah: Tujuan, Rancangan dan Kebijakan

Pekerjaan Rumah (PR) adalah salah satu strategi yang terus ramai diperdebatkan. Beberapa akademisi pendidikan yang kontra terhadap PR menggunakan data yang menunjukkan dua hal. Pertama, tidak ada hubungan antara PR dengan prestasi belajar. Artinya, mau diberikan PR ataupun tidak, siswa bisa saja mendapat nilai tinggi ataupun rendah. Kedua, ada penelitian lain yag menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara dua hal: a) waktu yang digunakan anak untuk mengerjakan PR dan bantuan orangtua untuk mengerjakaannya, dengan b) prestasi akademik (lihat gambar 1). Apa maksudnya hubungan yang negatif ini? Artinya, anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengerjakan PR – dan mereka dibantu orangtuanya untuk mengerjakan PR ini – mempunyai prestasi akademik yang lebih rendah dibandingkan siswa yang tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan PR. Hasil penelitian ini diinterpretasikan sebagai: PR justru melemahkan prestasi akademik. Benarkah demikian?

gambar 1

Joyce Epstein (2011) mengulas penelitian ini dengan mengatakan bahwa kita harus hati-hati dalam menerjemahkan hasil penelitian tersebut. Sebenarnya, menurut Epstein, hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang prestasi akademiknya rendah membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengerjakan PR. Mereka juga membutuhkan bantuan lebih besar dari orang tua. Hal ini terkait dengan kebijakan guru di kelas, yang meminta orangtua dari anak-anak yang mengalami kesulitan belajar untuk membantu anak mengerjakan PR. Sementara orangtua Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2013 in Bahan Kuliah

 

Tags: , , , , ,